Opsi saham besar Tiongkok lebih mahal dibanding 93% sesi dalam 60 sesi terakhir (seminggu lalu 82%). Pasar memperhitungkan gerak sekitar ±7% di saham besar Tiongkok dalam sebulan ke depan.Penutupan 23 Okt 2026.
Di luar kebiasaan
Setiap saham dibandingkan dengan 60 sesi terakhirnya sendiri, jadi bank yang tenang dan saham tambang yang lincah bisa dibaca di satu peta. 50% = seperti biasanya; mendekati 100% = jarang setinggi ini. Garis di belakang titik = jejak lima sesi terakhir. Ini gambaran perilaku harga, bukan sinyal beli atau jual.
Seberapa ramai, dan bagaimana arus uangnya
BBTN, AKRA, BBNI, BUMI, MBMA, BBRI dan 44 saham lain masuk zona cepat (berpindah ≥40 poin di peta ini dalam lima sesi). 42 lainnya di zona tenang. 31 dari 92 ditransaksikan lebih ramai dari biasanya dengan arus uang yang lebih kuat.
92 saham · peringkat pada penutupan 23 Okt 2026. Ketuk titik untuk penjelasan.
Rata-rata transaksi 20 sesi terakhir Rp292,6 M sehari (biasanya sekitar Rp492,3 M). Angka ini lebih tinggi dari 2% sesi dalam 60 sesi sebelumnya, jarang serendah ini. Pada 16 Okt: 7%.
Arus uang 20 sesi −0,08 (lima sesi sebelumnya −0,24), pada skala −1 (selalu ditutup di harga terendah hari itu) sampai +1 (selalu di tertinggi). Angka ini lebih tinggi dari 83% sesi dalam 60 sesi sebelumnya. Pada 16 Okt: 2%.
- Gejolak95%
- Porsi hari turun95%
- Nilai transaksi2%
- Arus uang83%
- Posisi harga8%
Penjelasan tiga ukuran lainnya
Gejolak. Dalam 20 sesi terakhir harga DSSA naik-turun rata-rata ±5,4% sehari, kira-kira ±25% sebulan dengan laju itu. Angka ini lebih tinggi dari 95% sesi dalam 60 sesi sebelumnya, jarang setinggi ini. Pada 16 Okt: 100%.
Porsi hari turun. Hari-hari turun menyumbang 68% dari seluruh pergerakan harga 20 sesi terakhir, dibanding 70% lima sesi sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari 95% sesi dalam 60 sesi sebelumnya, jarang setinggi ini. Pada 16 Okt: 100%.
Posisi harga. Ditutup Rp775; rentang 60 penutupan sebelumnya Rp715–Rp1.185. Penutupan ini lebih tinggi dari 8% di antaranya. Pada 16 Okt: 0%.
Apa yang diperhitungkan pasar opsi
Indeks volatilitas dari harga opsi di AS (Cboe), dibandingkan dengan 60 sesinya sendiri, sama seperti saham di atas. Makin ke kanan, opsi makin mahal dari biasanya, artinya pasar memperhitungkan gejolak lebih besar. Saham BEI di bawah tiap indeks adalah contoh emiten yang usahanya terkait.
Opsi emas lebih mahal dibanding 48% sesi dalam 60 sesi terakhir (seminggu lalu 7%). Pasar memperhitungkan gerak sekitar ±7% di harga emas dalam sebulan ke depan.Penutupan 23 Okt 2026.
Opsi minyak lebih mahal dibanding 93% sesi dalam 60 sesi terakhir (seminggu lalu 48%). Pasar memperhitungkan gerak sekitar ±17% di harga minyak dalam sebulan ke depan.Penutupan 23 Okt 2026.
Opsi pasar berkembang lebih mahal dibanding 87% sesi dalam 60 sesi terakhir (seminggu lalu 65%). Pasar memperhitungkan gerak sekitar ±8% di saham pasar berkembang dalam sebulan ke depan.Penutupan 23 Okt 2026.
Opsi S&P 500 lebih mahal dibanding 98% sesi dalam 60 sesi terakhir (seminggu lalu 98%). Pasar memperhitungkan gerak sekitar ±6% di saham AS dalam sebulan ke depan.Penutupan 23 Okt 2026.
Cara hitung (jendela 20 sesi, harga disesuaikan dengan split dan HMETD): gejolak = simpangan baku return harian; porsi hari turun = bagian pergerakan yang terjadi di hari turun; nilai transaksi = rata-rata Rp per sesi; arus uang = Chaikin money flow; posisi harga = penutupan. Persentase = berapa dari 60 sesi sebelumnya yang angkanya lebih rendah. Gerak sebulan dari indeks volatilitas = nilai indeks (tahunan) ÷ √12, perkiraan kasar. Hanya saham dengan rata-rata transaksi ≥Rp200 juta sehari; peta default memakai 45 saham terbesar dengan transaksi ≥Rp20 miliar sehari. Sumber: harga penutupan BEI; indeks volatilitas Cboe. Bukan rekomendasi investasi. Metodologi