Pergerakan harga harian
Yang terjadi di bursa per sesi, dalam kalimat biasa: harga tertinggi dan terendah setahun, melewati rata-rata 200 hari, lonjakan transaksi, gerak 10% lebih, dan ex-dividen. Ditambah mutasi pemegang ≥5% di saham yang sama. Ini catatan kejadian, bukan sinyal beli atau jual.
Rabu, 21 Okt 2026
19 saham- DMASPuradelta LestariNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Naik 16,9% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp204,8 M, 8,7× rata-rata 20 sesi.
+16,9%208 - CAREMetro Healthcare IndonesiaNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Naik 24,8% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp151,1 M, 5,9× rata-rata 20 sesi.
+24,8%372 - BNGABank Cimb NiagaNaik melewati MA200Naik ≥10%Lonjakan transaksi
Ditutup Rp1.725, di atas rata-rata 200 hari Rp1.716; naik 11,3% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp143,6 M, 26,1× rata-rata 20 sesi.
+11,3%1.725 - PKPKParagon Karya PerkasaNaik ≥10%
Naik 16,3% dalam satu sesi dengan transaksi Rp37,9 M.
+16,3%7.500 - STRKLovina Beach BreweryNaik melewati MA200Naik ≥10%
Ditutup Rp137, di atas rata-rata 200 hari Rp108; naik 34,3% dalam satu sesi dengan transaksi Rp29,7 M.
+34,3%137 - KPIGMNC Tourism IndonesiaNaik ≥10%
Naik 10,7% dalam satu sesi dengan transaksi Rp16,2 M.
Pemegang ≥5% 19 Okt 2026: MNC Sekuritas 13,11% → 17,25%
Pemegang ≥5% 19 Okt 2026: MNC Asia Holding 14,86% → 11,89%
+10,7%31 - DKHHCI A Sarana MedikaTertinggi 52 mingguNaik ≥10%
Ditutup Rp118, penutupan tertinggi dalam setahun (sebelumnya Rp116); naik 19,2% dalam satu sesi dengan transaksi Rp15,3 M.
+19,2%118 - PRDAProdia WidyahusadaTertinggi 52 mingguNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Ditutup Rp3.500, penutupan tertinggi dalam setahun (sebelumnya Rp3.350); naik 14,4% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp11,7 M, 3,2× rata-rata 20 sesi.
Pemegang ≥5% 20 Okt 2026: Prodia Widyahusada 7,41% → 7,58%
Pemegang ≥5% 19 Okt 2026: Prodia Widyahusada 7,32% → 7,41%
+14,4%3.500 - BAPABekasi Asri PemulaNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Naik 23,4% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp8,7 M, 3,4× rata-rata 20 sesi.
+23,4%116 - SBMASurya Biru Murni AcetyleneNaik melewati MA200Naik ≥10%Lonjakan transaksi
Ditutup Rp136, di atas rata-rata 200 hari Rp118; naik 19,3% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp8,5 M, 3,4× rata-rata 20 sesi.
+19,3%136 - SOLAXolare RCR EnergyNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Naik 33,9% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp6,8 M, 19,8× rata-rata 20 sesi.
+33,9%79 - CENTCentratama Telekomunikasi IndonesiaNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Naik 17,1% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp3,8 M, 5,4× rata-rata 20 sesi.
+17,1%82 - TRUKGuna Timur RayaTertinggi 52 mingguNaik ≥10%Lonjakan transaksi
Ditutup Rp6.025, penutupan tertinggi dalam setahun (sebelumnya Rp5.025); naik 19,9% dalam satu sesi, nilai transaksi Rp3,7 M, 3,5× rata-rata 20 sesi.
+19,9%6.025 - BTEKBumi Teknokultura UnggulNaik ≥10%
Naik 10,0% dalam satu sesi dengan transaksi Rp2,5 M.
+10,0%11 - BEERJobubu Jarum MinahasaNaik ≥10%
Naik 14,0% dalam satu sesi dengan transaksi Rp1,9 M.
+14,0%57 - IPTVMNC Vision NetworksNaik ≥10%
Naik 26,3% dalam satu sesi dengan transaksi Rp1,4 M.
+26,3%24 - TAXIExpress Transindo UtamaNaik ≥10%
Naik 10,0% dalam satu sesi dengan transaksi Rp1,3 M.
+10,0%11 - BHITMNC Asia HoldingNaik ≥10%
Naik 11,1% dalam satu sesi dengan transaksi Rp1,2 M.
+11,1%20 - SWIDSaraswanti Indoland DevelopmentNaik ≥10%
Naik 12,8% dalam satu sesi dengan transaksi Rp1,0 M.
+12,8%97
Cara hitung: harga disesuaikan dengan stock split dan HMETD. Tertinggi/terendah 52 minggu = penutupan di atas/bawah penutupan tertinggi/terendah 250 sesi sebelumnya. MA200 = rata-rata penutupan 200 sesi; melewati = berpindah sisi lebih dari 0,1%. Lonjakan transaksi = nilai transaksi ≥3× rata-rata 20 sesi sebelumnya. Hanya saham yang aktif diperdagangkan: rata-rata transaksi 20 sesi ≥Rp200 juta (atau ≥Rp1 miliar pada hari itu untuk lonjakan dan naik/turun 10%). Grafik = harga penutupan 120 sesi terakhir; garis putus-putus = MA200 atau tertinggi/terendah sebelumnya. Mutasi pemegang ≥5% = file harian KSEI sampai 4 hari sebelum sesi; nama investor perorangan disamarkan untuk pengunjung yang belum masuk. Sumber: harga penutupan BEI, dividen dan kepemilikan KSEI. Bukan rekomendasi investasi. Metodologi